fight_against_software_piracy

January 15, 2008

Bootloader

Filed under: Linux, Debian - Administrator @ 2:57 am

Pada saat komputer dinyalakan pertama kali komputer akan membaca BIOS. Salah satu informasi tersebut adalah media apa yang digunakan untuk booting, misalnya hard disk. Kemudian komputer akan membaca sektor pertama hard disk, disebut master boot record yang berisi program kecil untuk melakukan kontrol terhadap proses booting (bootloader). Linux ada banyak macam namun yang sangat populer adalah LILO dan GRUB.

1.LILO
LILO adalah singkatan dari Linux Loader, belakangan popularitasnya mulai tergeser oleh GRUB. Jika proses boot dikendalikan oleh LILO, umumnya setelah pembacaan BIOS monitor akan menampilkan teks LILO boot:, untuk melanjutkan proses booting , tekan [Enter] pada saat muncul teks LILO boot: tersebut. LILO memiliki jeda waktu (timeout) sebelum proses booting dilanjutkan dengan sendirinya.

Pada sebuah komputer dengan multi sistem operasi, daftar sistem operasi yang tersedia dapat terlihat dengan menekan tombol [Tab] pada saat muncul teks LILO boot:, untuk booting dengan salah satu sistem operasi, ketik teks yang muncul pada daftar tersebut dan tekan [Enter].

Biasanya salah satu sistem operasi dibuat menjadi pilihan default, artinya jika tidak mengetikkan teks atau menekan tombol apapun dan membiarkannya beberapa waktu atau langsung menekan [Enter], maka sistem operasi tersebut akan booting sesuai pilihan defaultnya.

Untuk melakukan konfigurasi LILO digunakan perintah liloconfig. Konfigurasi LILO tersimpan di dalam file /etc/lilo.conf. Salah satu contoh isi file tersebut adalah sebagai berikut:

#/etc/lilo.conf
boot=/dev/hda
map=/boot/map
install=/boot/boot.b
prompt
timeout=5
default=rhl
image=/boot/vmlinuz
label=rhl
root=/dev/hda3
read-only
image=/slack/vmlinuz
label=slack
root=/dev/hda4
read-only

Pada contoh tersebut, sistem operasi yang digunakan adalah RedHat dan Slackware dengan pilihan sistem default RedHat. Lebal masing-masing sistem operasi adalah rhl untuk RedHat dan slack untuk Slackware, dengan demikian teks yang muncul adalah rhl dan slack.

Belakangan, LILO juga dilengkapi dengan tampilan grafis yang menampilkan daftar sistem operasi yang tersedia sehingga user dapat memilih sistem yang akan digunakan hanya dengan menekan tombol panah keyboard dan menekan [Enter].

Setiap kali ada perubahan konfigurasi sistem, LILO juga harus dikonfigurasi ulang dan diinstal kembali dengan perintah lilo.

2.GRUB
GRUB adalah singkatan dari Grand Unified Bootloader, umumnya GRUB telah dilengkapi dengan mode grafis bahkan gambar yang ingin ditampilkan bisa dipilih sendiri sehingga user dapat memilih sistem operasi yang diinginkan dengan tombol panah dan menekan [Enter].

Tidak seperti LILO yang harus diinstal ulang setiap kali ada perubahan konfigurasi sistem, GRUB melakukan pembacaan konfigurasi sistem secara “on the fly” sehingga tidak perlu di instal ulang sekalipun ada perubahan konfigurasi sistem.

Konfigurasi GRUB tersimpan di dalam file /boot/grub/menu.lst (Debian) atau /boot/grub/grub.conf (RedHat), isi file tersebut adalah sebagai berikut:

#/boot/grub/menu.lst
default 0
timeout 0
color cyan/blue white/blue

title Debian
root (hd0,2)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.18-4-686 root=/dev/hda3 ro
initrd /boot/initrd.img-2.6.18-4-686
savedefault

title Slackware
root (hd0,3)
kernel /boot/vmlinuz-2.6.18-4-686 root=/dev/hda4 ro
initrd /boot/initrd.img-2.6.18-4-686
savedefault

Bagian title menunjukkan label yang akan muncul pada tampilan grafis GRUB. Bagian root menunjukkan lokasi partisi root sistem operasi. Untuk menyatakan suatu partisi, GRUB menggunakan format hdn,m dengan n menunjukkan device IDE/SATA (harddisk) dan m menunjukkan nomor partisinya. Nilai n dan m dimulai dari 0, jadi hda0,0 menunjukkan device IDE/SATA pertama partisi pertama. Bagian kernel dan initrd digunakan untuk menentukan lokasi file image yang penting dalam proses booting.

Salah satu kelebihan lain dari GRUB adalah memiliki semacam shell yang digunakan sebagai antarmuka untuk perintah baris (commend line). Dengan demikian beberapa konfigurasi tertentu dapat dilakukan tanpa harus booting dahulu ke dalam sistem operasi, antarmuka tersebut juga mendukung auto complete (melengkapi suatu perintah dengan menekan tombol [Tab].

Hak Cipta 2007 A. Samsul Amar
Penggandaan dan distribusi dari seluruh artikel ini diijinkan tanpa dikenakan royalti dalam sembarang media selama keterangan ini tetap dicantumkan.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://amaronly.blogsome.com/2008/01/15/bootloader/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King