fight_against_software_piracy

January 15, 2008

Runlevel

Filed under: Linux, Debian - Administrator @ 3:02 am

KERNEL akan dimekarkan dan di-load ke dalam memori. Kernel me-mount partisi root dan menjalankan perintah init. Dalam menjalankan tugasnya, init akan membaca isi file /etc/inittab. Init tidak hanya bertugas saat proses booting, tetapi selalu running dan secara dinamis menjalankan tugas-tugas tertentu berdasarkan perintah yang diterima. Administrator sistem dapat mengubah proses sistem dan runlevel init dengan perintah telinit atau menyunting isi file /etc/inittab.

Runlevel adalah suatu set proses yang dikelompokkan hanya satu kelompok yang akan dijalankan pada saat sistem booting. Linux mengenal tujuh runlevel. Runlevel mana yang akan dipilih, tergantung isi file /etc/inittab.

Berikut ini contoh runlevel pada distro Debian dan distro Slackware adalah:
Runlevel Debian sebagai berikut:
1.Runlevel 0 is halt
2.Runlevel 1 is single-user
3.Runlevels 2-5 are multi-user
4.Runlevel 6 is reboot

Sedangkan Runlevel Slackware sebagai berikut:
1.Runlevel 0 is halt
2.Runlevel 1 is single-user
3.Runlevels 2,3,5 are multi-user
4.Runlevel 4 X11
5.Runlevel 6 is reboot

Runlevel 0,1 dan 6 selalu sama pada semua distro sedangkan runlevel 2,3,4 dan 5 berbeda setiap distro. Beberapa distro mengenal runlevel S atau s (single user).

Setiap entry pada file /etc/inittab memeiliki format/sintak sebagai berikut:

:::

Arti dari format/sintak tersebut adalah sebagai berikut:
1.id = empat buah karakter yang menunjukkan identitas suatu entry
2.runlevel = nomor runlevel yang digunakan oleh suatu entry
3.aksi = aksi yang dilakukan oleh suatu entry
4.proses = perintah yang harus dijalankan berdasarkan aksi tertentu

Aksi yang yang dapat digunakan oleh setiap entry adalah sebagai berikut:
1.respawn = proses akan di-restart apabila dihentikan
2.wait = proses akan dijalankan sekali pada saat runlevel dipanggil dan init akan menunggu sampai proses dihentikan
3.once = proses akan dijalankan sekali pada saat suatu runlevel dipanggil
4.boot = proses akan dieksekusi selama sistem booting. Kolom runlevel dibatalkan
5.bootwait = sama dengan boot, tapi init akan menunggu untuk dihentikan
6.off = tidak ada yang dikerjakan
7.ondemand = proses akan dieksekusi pada saat runlevel dipanggil
8.initdefault = menentukan runlevel default, jika tidak disebutkan, init akan meminta suatu runlevel pada konsole, kolom proses diabaikan
9.sysinit = proses akan dieksekusi selama sistem booting (sebelum entry boot atau bootwait), kolom runlevel diabaikan
10.powerwait = proses akan dieksekusi ketika init menerima sinyal SIGPWR. Init akan menunggu proses dijalankan hingga selesai sebelum melanjutkan proses berikutnya
11.powerfail = sama seperti powerwait tapi init tidak menunggu samapai proses selesai dikerjakan
12.powerokwait = proses akan dieksekusi ketika init menerima sinyal SIGPWR yang merujuk pada file “/etc/powerstatus” yang mengandung kata “Ok”, hal ini berarti power sudah berjalan kembali
13.ctrlaltdel = proses akan dieksekusi ketika init menerima sinyal SIGINT (tombol [CTRL]+[ALT]+[DEL] ditekan)
14.kbrequest = proses akan dijalankan ketika init menerima sinyal dari keyboard bahwa kombinasi tombol tertentu telah ditekan

Beberapa entry penting dari isi file /etc/inittab Debian tersebut adalah:
1.Entry id:2:initdefault: runlevel default adalah runlevel 2, berdasarkan daftar yang tersedia bahwa runlevel 2 adalah multi-user tepatnya adalah pada saat booting akan menjalankan modus teks, setelah selesai akan langsung dirubah ke modus grafis pada proses selanjutnya.
2.Entry si::sysinit:/etc/init.d/rcS menunjukkan proses yang akan dieksekusi selama booting. Proses yang akan dieksekusi adalah skrip yang tersimpan pada file /etc/init.d/rcS.
3.Entry ln:n:wait:/etc/init.d/rc n dengan n adalah nomor runlevel, sesuai dengan runlevel yang diberikan, skrip /etc/init.d/rc akan dieksekusi.
4.Entry x:2345:respawn:/sbin/getty 38400 ttyx dengan x adalah window dengan multi-user, yakni pada terminal ke 1-6 adalah teks dan pada terminal 7 dst dalah grafis (XWindow).

Pembahasan ini menggunakan distro Debian, akan tetapi perbedaannya hanya terletak pada penamaan dan letak filenya saja, silahkan anda sesuaikan dengan distro favorite anda.

Hak cipta 2007 A. Samsul Amar
Penggandaan dan distribusi dari seluruh artikel ini diijinkan tanpa dikenakan royalti dalam sembarang media selama keterangan ini tetap dicantumkan.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://amaronly.blogsome.com/2008/01/15/runlevel/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King