Script RC
Setelah Runlevel anda ketahui, proses yang dijalankan berikutnya adalah script rcS (Debian Base) atau rc.S (Slackware Base) atau rc.sysinit (RedHat Base), letaknya pun berbeda-beda. Base on Debian meletakkannya pada file /etc/init.d/rcS, Slackware meletakkannya pada file /etc/rc.d/rc.S, sedangkan RedHat/Fedora Core meletakkannya pada file /etc/rc.d/rc.sysinit. Demikian pula dengan distro lainnya ada gaya penamaan file dan letak file yang berbeda, namun setidaknya ketiga distro tersebut sudah cukup mewakili karena pada umumnya distro Debian, Slackware dan RedHat merupakan basis pengembangan sebuah distro lain.
Isi script pada file rcS (Debian) atau rc.S (Slackware) atau rc.sysinit (RedHat) tersebut berbeda-beda tergantung distro yang bersangkutan. Namun setidaknya beberapa hal mendasar yang sama dari isi file tersebut adalah:
1.Melakukan mount terhadap file system
2.Melakukan configuration hardware tertentu
Proses selanjutnya yang dijalankan adalah script rc, pada dasarnya script tersebut digunakan untuk menjalankan layanan tertentu pada saat startup (misalnya: apache, samba, dns, mysql dan lainnya). Pada dasarnya perbedaan setiap runlevel adalah pada jumlah dan jenis layanan yang otomatis dijalankan pada saat startup. Berdasarkan perbedaan tersebut, Debian dan RedHat mengelompokkan daftar layanan ke dalam direktori /etc/rcn.d dengan n adalah nomor runlevel, misalnya /etc/rc1.d/, /etc/rc2.d/, /etc/rc3.d/ dan lain-lain. Dengan demikian script rc tinggal mengarhkan perintah init untuk masuk ke direktori /etc/rcn.d sesuai dengan nomor runlevel yang dipilih (Gambar 1).
Di dalam direktori /etc/rcn.d/ tersebut terdapat berbagai script yang digunakan untuk menentukan layanan mana yang akan dijalankan dan mana yang tidak. Script tersebut memiliki format penamaan Kxy_nama_layanan dan Sxy_nama_layanan. Huruf K berarti Kill dan huruf S berarti Start sedangkan x dan y berupa angka dengan rentang 0-9. Berdasarkan format penamaan tersebut, tentunya anda sudah dapat menduga script mana yang akan dijalankan dan script mana yang tidak dijalankan, yakni script yang berawalan S akan dijalankan, sedangkan K tidak akan dijalankan.
Perhatikan bahwa pada dasarnya file-file yang terdapat pada direktori tersebut merupakan link ke file /etc/init.d/nama_layanan.
Slackware lagi-lagi memiliki format yang berbeda, file /etc/rc.d/rc.M berisi script yang akan menjalankan script-script pada direktori /etc/rc.d/ yang memiliki format nama /etc/rc.d/rc.nama_layanan. Jika file script /etc/rc.d/rc.nama_layanan memiliki mode executble (x), maka layanan tersebut akan dijalankan pada saat startup.
Setelah menjalankan layanan-layan tersebut, init akan mengaktifkan terminal dengan perintah /sbin/getty (Debian) atau /sbin/agetty (Slackware) atau /sbin/mingetty (RedHat). Terakhir, jika runlevel yang bersangkutan meminta untuk ke X-Window-System, maka init akan menjalankan X-Window-System.
Hak cipta 2007 A. Samsul Amar
amaronly@yahoo.com
Penggandaan dan distribusi dari seluruh artikel ini diijinkan tanpa dikenakan royalti dalam sembarang media selama keterangan ini tetap dicantumkan.




