Open System
Pendahuluan
Istilah sistem terbuka (Open System) mengacu pada sistem komputer yang menggunakan antarmuka standar terbuka, misalnya OSI. Antarmuka standar yang terbuka pada awalnya dimulai oleh usaha dari ISO OSI dan IEEE POSIX. Standar sistem merupakan spesifikasi antarmuka yang dapat digunakan oleh semua vendor dalam pembuatan produk mereka.
Ada dua alasan utama mengapa standar sistem terbuka sangat penting :
1. Spesifikasi tersebut membuat pendefinisian antarmuka menjadi lebih mudah dilakukan pada berbagai platform. Contoh, Sistem terbuka POSIX dibuat untuk lingkup sistem operasi UNIX, akan dapat digunakan juga selain UNIX.
2. Spesifikasi yang terbuka sangat diperlukan oleh vendor-vendor lain dan tercipta konsensus penggunaan standar terbuka pada semua industri pengembang.
Keterbukaan spesifikasi tersebut menjadi penting, dikarenakan sampai saat ini pengguna produk teknologi informasi hanya dapat memanfaatkan aplikasi yang dijalankan pada satu sistem operasi saja (kecuali aplikasi OSS). Dengan demikian, ketergantungan sebuah aplikasi terhadap sistem tertentu atau perangkat keras tertentu.
Adanya sistem terbuka (Open System) dapat menekan ketergantungan terhadap vendor tertentu saja sehingga sebuah aplikasi dapat digunakan dan dijalankan pada produk vendor lainnya. Akan tetapi yang menjadi kendala saat ini, banyak standar yang belum lengkap dan dapat digunakan secara mulus. Pembuatan standar yang terbuka tentunya juga membutuhkan inovasi teknologi yang luar biasa.
Salah satu yang menjadi tujuan utama pengembangan sistem terbuka (Open System) adalah membuat sekumpulan standar terbuka dan menyediakan portabilitas serta interoperabilitas perangkat lunak spesifik yang didesain untuk publik. Dalam hal ini standar pada IEEE POSIX menjadi basis utama pengembangan pada sistem terbuka (Open System).
Standar POSIX yang digunakan untuk layanan sistem operasi dikerjakan oleh IEEE Technical Committee in Operating systems (TCOS). Proyek standarisasi tersebut dimulai dengan POSIX System Application Program Interface (Kernel), yang sekaligus telah membuat kumpulan standar untuk portabilitas.
Standar Sistem Terbuka
Standar sistem terbuka (Standard Open system) adalah spesifikasi antarmuka yang memungkinkan semua vendor membuat produk mereka menggunakan standar tertentu. Spesifikasi hanya mendefinisikan antarmuka yang dipakai, sehingga tiap-tiap vendor dapat menyediakan antarmuka pada sistem operasi proprietary. Istilah spesifikasi tersebut digunakan untuk menjelaskan berbagai layanan yang disediakan oleh sebuah software.
Penggunaan standar sistem terbuka memungkinkan untuk membuat komponen perangkat lunak standar yang dapat diimplementasikan pada berbagai perangkat keras yang berbeda. Bukan berarti sistem terbuka dapat mengatasi semua permasalahan yang berhubungan dengan pembuatan perangkat lunak yang bersifat multiplatform. Tentunya sistem terbuka memiliki berbagai keterbatasan dan kemampuan tersendiri, meskipun saat ini berbagai penyempurnaan terus dilakukan.
Interoperabilitas dan Portabilitas
Masalah interoperabilitas dan portabilitas merupakan dua aspek penting pada sistem terbuka (Open System). Interoperabilitas menyangkut kemampuan sebuah aplikasi yang dapat dijalankan pada jenis komputer yang berbeda untuk mengelola informasi. Sementara portabilitas menyangkut kemampuan perangkat lunak untuk dapat dijalankan pada berbagai perangkat keras yang berbeda.
Portabilitas terbagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Portabilitas pada binari (executable), memungkinkan salinan program yang bersifat executable dapat dipindahkan dari satu mesin ke mesin yang lainnya. Portabilitas binari lebih sulit diadaptasikan ketimbang portabilitas kode sumber, karena binari biasanya terkait erat dengan arsitektur perngkat keras.
2. Portabilitas pada kode sumber (source code) program, membutuhkan adanya program untuk mengkompilasi kembali kode tersebut jika dipindahkan dari satu mesin ke mesin lainnya. Penekanan standar pada sistem terbuka (Open System) pada pembuatan antarmuka untuk kode sumber (source code).
Pada dasarnya sistem perangkat lunak yang dikembangkan ke dalam standar portabilitas dan interoperabilitas disebut juga dengan sistem terbuka (Open System), dengan kata lain istilah tersebut sudah menyangkut dengan standar tertentu.
Salah satu contoh interoperabilitas adalah protokol yang digunakan oleh X Window System, yang mendefinisikan bagaimana grafis primitif dapat berkomunikasi di antara berbagai perangkat lunak pada sebuah workstation.
Ruang Lingkup
Pada dasarnya tidak ada standar tunggal yang menyediakan semua kebutuhan fungsionalitas yang digunakan pada lingkungan komputasi modern. Dalam hal portabilitas dan interoperabilitas membutuhkan sekumpulan standar yang bersifat komprehensif. POSIX Open System Environment (OSE) bersama dengan IEEE Technical Committee in Operating systems (TCOS) menyediakan kumpulan standar antarmuka untuk pembuatan bagian sistem informasi yang mendukung masalah portabilitas dan interoperabilitas.
Dua jenis standar antamuka yang dibuat oleh POSIX Open System Environment (OSE), yaitu Application program Interface (API) dan External Environment Interface (EEI). Model referensi POSIX Open System Environment (OSE), seperti gambar 2, menunjukkan hubungan antarmuka yang digunakan dengan bagian lain pada lingkup komputasi.
Profile Portabilitas Aplikasi
Profile merupakan kumpulan spesifikasi yang dibuat untuk mempertemukan berbagai kebutuhan. Elemen dari profile terdiri atas standar formal, seperti ANSI, IEEE atau standar yang biasanya ditentukan oleh kebutuhan pasar. Profile berisi definisi kebutuhan spesifik, yang merujuk pada layanan yang disediakan model referensi POSIX Open System Environment (OSE), diantaranya layanan tersebut adalah :
1. Layanan Sistem Operasi
Menyediakan sumber daya sistem seperti pemrosesan dan pengolahan perangkat keras.
2. Layanan Antarmuka Manusia Komputer
Menyediakan interaksi yang terjadi antara manusia dan sistem seperti manajemen window dan akses multimedia.
3. Layanan Rekayasa Perangkat Lunak
Digunakan untuk mendukung programmer seperti bahasa pemrograman dan perangkat lunak yang berguna sebagai tool pengembangan.
4. Layanan Manajemen Data
Menyediakan manipulasi data seperti bahasa query.
5. Layanan Pengolahan Data
Menyediakan pengolahan data seperti format dokumen dan tampilan data.
6. Layanan Grafis
Menyediakan sejumlah kriteria dan manipulasi terhadap tampilan citra.
7. Layanan Jaringan
Menyediakan interoperabilitas antar sistem seperti protokol komunikasi.
Hak Cipta 2007 A. Samsul Amar
Penggandaan dan distribusi dari seluruh artikel ini diijinkan tanpa dikenakan royalti dalam sembarang media selama keterangan ini tetap dicantumkan.




